Luka yang Menjadi Pintu: Sebuah Kisah tentang Cahaya di Balik Patah & Retak
J alaluddin Rumi, penyair sufi dari abad ke-13, tidak pernah menulis buku motivasi. Ia tidak pernah berdiri di atas panggung TedX atau menulis utas Twitter tentang produktivitas. Yang ia tinggalkan adalah puisi-puisi yang lahir dari kehilangan, kerinduan, dan keyakinan bahwa setiap air mata adalah benih untuk sesuatu yang tumbuh. Salah satu kutipannya yang paling terkenal berbunyi: " Luka adalah tempat cahaya masuk ke dalam dirimu ." Frasa itu pendek. Tapi di dalamnya terkandung samudra. I. Rumah yang Retak Di sebuah kota kecil di kaki gunung, hiduplah seorang perempuan bernama Kian . Ia bukan siapa-siapa yang terkenal. Ia hanya seorang ibu dengan dua anak, seorang istri dari suami yang bekerja sebagai sopir angkutan kota, dan seorang anak yang masih merawat ibunya yang mulai pelupa. Rumah Kian bukanlah rumah mewah. Dindingnya retak di sana-sini, catnya mengelupas, dan gentengnya bocor di beberapa titik. Tapi selama bertahun-tahun, rumah itu tetap utuh—bukan karena kuat, tapi...